oleh

Apresiasi Pesantren Jadi Shelter Isoman, Kemenag: Perlu Keterlibatan Semua Pihak

SURABAYA (Suarakaryanews.com): Pesantren Nashrul Ummah yang diasuh Anggota DPR, Nusron Wahid dijadikan sebagai shelter isoman seiring meningkatnya kasus harian positif Covid-19 di Kudus. Inisiatif ini diapresiasi oleh Kementerian Agama.

“Langkah proaktif pimpinan Pesantren Nashrul Ummah patut diapresiasi. Dalam kondisi seperti ini, keterlibatan semua pihak sangat diperlukan untuk bersama mengatasi pencegahan Covid-19,” terang Staf Khusus Menteri Agama Bidang Manajemen Informasi dan Komunikasi Wibowo Prasetyo. saat mendampingi Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam kunjungan kerja ke Surabaya, Jumat (25/6/2021).

Wibowo mendorong langkah proaktif para pihak yang mempunyai kewenangan dan kemampuan untuk ikut bersama dalam upaya pencegahan Covid-19. Menurutnya, ikhtiar mencegah penyebaran Covid-19 harus dilakukan bersama-sama, pemerintah dan masyarakat. Kementerian Agama dalam kapasitas kewenangannya juga terus berupaya ikut proaktif dalam upaya pencegahan. Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain, menyiapkan asrama haji sebagai ruang isolasi.

“Saat ini sudah disiapkan 3.308 kamar yang tersebar di 25 asrama haji,” jelasnya seperti dilansir laman resmi Kementerian Agama.

“Kemenag juga menyiapkan sejumlah gedung asrama pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, misalnya di UIN Walisongo, sebagai ruang isolasi,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, seiring meningkatnya kasus harian Covid-19, pesantren Nashrul Ummah di Kudus yang diasuh Anggota DPR, Nusron Wahid dijadikan sebagai shelter isoman.

“Karena persebaran tinggi. Rumah sakit enggak muat lagi. Banyak yang kena covid isolasi di rumah, eh malah nulari keluarga yang lain di rumah. Ini bahaya. Perlu terobosan,” kata Nusron.

“Kita akan ajak pesantren-pesantren lain yang mau untuk sementara dijadikan shalter dan rumah sakit darurat,” sambungnya.#

Artikel Terkait