oleh

BAZNAS Bersama OJK Gelar Webinar Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Pinjaman Online

JAKARTA (Suarakaryanews.com): Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Webinar Pembinaan Literasi Keuangan dengan tema “Meningkatkan Kesadaran dan Kewaspadaan terhadap Jeratan Pinjaman Online”, Rabu (16/6/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran para peserta beasiswa, alumni dan masyarakat agar terhindar dari praktik pinjaman online yang hari ini marak di lingkungan masyarakat dan merugikan para nasabahnya yang terjerat.

Acara dipandu oleh Marina intansari dan dihadiri Pimpinan BAZNAS RI sebagai Keynote speech, Saidah Sakwan, M.A.; Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech OJK sebagai narasumber utama, Munawar Kasan; dan Kepala Lembaga Beasiswa BAZNAS Sri Nurhidayah S.H. M.Si. yang memberikan sambutan.

Sebanyak 154 peserta turut menghadiri acara yang digelar daring tersebut.

Acara ini dibuka dengan tilawah Al Quran Surat Ali Imran ayat 130 dan Surat Al-Baqarah ayat 276 yang dibacakan Muhamad Nur Lutfi Ainul Izzi, S.Pd yang merupakan Alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS. Dalam sesi keynote speech yang disampaikan oleh Saidah Sakwan, ia berpesan untuk dapat menghindari riba dan tidak mendekati praktik riba online “Riba memberikan dampak negatif kepada akhlak dan jiwa pelakunya,” ucap Saidah.

Perlu adanya literasi keuangan kepada masyarakat, agar yang dilakukan OJK melalui program edukasi konsumen perlu diperhatikan sebelum melakukan pinjaman online “Penting untuk dibaca, pastikan perusahaan peminjaman online terdaftar di OJK, kedua pinjam sesuai kebutuhan produktif dan maksimal 30% dari penghasilan, ketiga lunasi cicilan tebat waktu, keempat jangan lakukan gali lubang tutup lubang, kelima ketahui bunga dan denda pinjaman sebelum meminjam dan terakhir pahami kontrak perjanjian,” kata Munawar Kasan.

Munawar memaparkan terkait bahaya pinjaman online melalui platform legal dan ilegal yang membuat orang tepuruk dan memberantas fintech atau pinjaman online ilegal. “Kami telah melakukan berbagai cara untuk mengurangi pinjaman online atau fintech ilegal melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) dengan memblokir 3,193 fintech ilegal hingga hari ini,” ucap Munawar.

“Hindarkan keluarga, tetangga kita dan lingkungan kita dari pinjaman online yang dapat membuat orang menjadi mustahik secara mendadak,” pungkas Munawar.

BAZNAS berharap dengan adanya acara ini dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat agar dapat terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

Artikel Terkait