oleh

Herman Khaeron Minta Pemerintah Rawat BUMN Terdampak Pandemi

JAKARTA (Suarakaryanews.com): Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta pemerintah merawat BUMN-BUMN yang terdampak pandemi Covid-19 agar tidak sampai pailit. Dikatakannya, setidaknya 90 persen dari badan usaha plat merah saat ini memang mengalami dampak pandemi, sehingga stabilitasnya terganggu hingga sampai waktu yang tidak dapat ditentukan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN dan Direktur Bio Farma beserta jajaran di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/01/2021). Menurut Herman, saat ini pemerintah memiliki agenda penting yakni program vaksinasi nasional yang dipimpin Erick Thohir selaku pemimpin pemulihan ekonomi nasional. Namun, ia berharap tetap ada kejelasan bagi BUMN terdampak.

“Tetapi jauh lebih penting bagi kami terkait dengan Kementerian BUMN adalah bagaimana merawat terhadap BUMN yang 90 persen terdampak oleh Covid ini. Belum selesai Jiwasraya, ada ASABRI. Dan kalau mengukur tingkat kemampuan keuangan BUMN, PTPN sebenarnya sudah agak sulit,” ujar pria yang akrab disapa Hero ini, seperti dilansir dpr.go.id.

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta pemerintah untuk dapat memetakan perusahaan-perusahaan yang benar-benar terdampak Covid-19 dengan perusahaan yang memang sudah bermasalah sejak Covid-19 belum masuk ke Indonesia. Ia mencontohkan bahwa perusahaan seperti PTPN dan BUMN Karya sebenarnya telah bermasalah sebelum ada pandemi.

“Bahkan saya ingin sekali mungkin nanti ada paparan mengenai perusahaan pelat merah yang betul-betul zona merah, ini plat merah yang zona hijau, kemudian zona yang tentu mereka sudah bisa on going. Jangan juga kemudian cara-cara financial re-engineering, kemudian menutupi terhadap sesuatu yang secara jangka panjang. Ini akan bermasalah,” tukasnya.*

Artikel Terkait