oleh

Iluni UI: Resiliensi Kunci Utama Bangkit dari Pandemi COVID-19

JAKARTA (Suarakaryanews.com): Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Fakultas Psikologi, Ivan Ahda mengatakan resiliensi merupakan kunci utama agar dapat bangkit dari pandemi COVID-19.

“Resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk beradaptasi dan bangkit kembali setelah mengalami kejadian yang penuh dengan tekanan, tragedi dan trauma,” ujar Ivan Ahda dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Pandemi COVID-19 membuat masyarakat dicekam rasa cemas dan khawatir, baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi. Pada sisi lain dari fenomena itu, juga dapat dilihat kegigihan masyarakat menemukan kembali kehidupannya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pada peringatan Dies Natalis ke-61 Fakultas Psikologi Indonesia mengusung tema “Resiliensi untuk Negeri”.

“Tema ‘Resiliensi untuk Negeri’ ini dipilih selaras dengan apa yang menjadi visi ILUNI UI Fakultas Psikologi, yaitu mewujudkan alumni yang adaptif dan resilien. Alumni Psikologi UI yang tersebar memiliki peran kunci untuk menjadi jembatan penguat resiliensi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambah dia seperti dilansir antaranews.com.

Sementara itu, Deputi IV Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Femmy Eka Kartika Putri mengatakan keluarga merupakan pondasi yang penting dalam meningkatkan resiliensi bangsa.

“Jadi, keluarga diharapkan bertahan dan bangkit dari tantangan yang ada. Keluarga merupakan lingkungan terkecil yang mampu mengubah situasi dan menjadi pemicu untuk berkembang ke arah positif. Oleh karena itu, penting betul posisi keluarga dalam membangun resiliensi bangsa Indonesia ini,” kata Femmy.

Tema Resiliensi untuk Negeri ini dipilih dengan tujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya resiliensi dalam situasi yang sulit. Hasil riset mengenai resiliensi masyarakat Indonesia akan menjadi informasi penting dalam rangka memberikan intervensi yang diperlukan oleh masyarakat untuk bisa membangun resiliensi.

Peringatan Dies Natalis ke-61 Fakultas Psikologi Indonesia dilakukan melalui enam peringatan, yakni riset resiliensi Indonesia, psiko run, acara puncak Dies Natalis, webinar, pelatihan, dan festival resiliensi.#

Artikel Terkait