oleh

Kohanudnas Gelar Latihan Pertahanan Udara “Perkasa C-21” 2021

JAKARTA (Suarakaryanews.com): Panglima Kohanudnas Marsekal Muda TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M., membuka latihan pertahanan udara (Lathanud) antar satuan “Perkasa C-21” di Ruang Yudha,  Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas), Markas Kohanudnas, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021) melalui video conference (vicon) dengan unsur-unsur latihan yang tersebar di beberapa daerah.  

Pangkohanudnas selaku Direktur Latihan (Dirlat) berkomunikasi dengan unsur-unsur latihan yang ada di jajaran Kosekhanudnas III Medan,  Lanud Suwondo, Lanud Rusmin Nurjadin  Skadron Udara 5 Makasar, Skadron Udara 16 RSN, Yon Arhanud 13 PBY- Pekanbaru, Satuan Radar 231, 232, 233, 234, KRI I Gusti Ngurah Rai 332, PT. Chevron Pasifik Indonesia dan AirNav Indonesia.

Dalam sambutannya Panglima Kohanudnas menyampaikan, “Latihan hanud antar satuan “Perkasa C-21″ TA. 2021 ini merupakan latihan  lanjutan dari latihan  tingkat perorangan kilat dan cakra yang telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya oleh unsur-unsur jajaran.”

Melalui latihan ini diharapkan dapat meningkatkan sistem pengamatan dan penangkalan setiap bentuk ancaman kekuatan udara asing di wilayah barat NKRI serta melatih objek vital nasional (obvitnas) yang bersifat strategis dalam menghadapi serangan udara.

Selain itu latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan Kosekhanudnas III beserta unsur operasional jajarannya seperti unsur tempur sergap, satuan radar, daerah Hanud, Lanud, Arhanud, KRI, serta Hanud Pasif dalam menghadapi kontijensi di wilayahnya sehingga secara riil akan tercapai kesiapan operasional berbagai unsur Hanud.

Sementara itu, Asisten Operasi Kas Kohanudnas Marsma TNI Azhar Aditama D, sebagai Kepala Pengawas dan Pengendali (Kawasdal) menyampaikan latihan hanud Perkasa C-21 adalah untuk mengetahui kesiapsiagaan operasional unsur-unsur pertahanan udara yang berada di jajaran Kosekhanudnas III dalam upaya mengamankan wilayah udara nasional yang ada di bagian barat NKRI. Sehingga beberapa materi hanud dilatihkan kepada pelaku latihan seperti prosedur penurunan paksa pesawat asing tidak berizin, penerapan interoperability pada organisasi, prosedur satuan hanud kewilayahan. Sedangkan metodenya antara lain latihan taktis, ceramah, driil dan manuver lapangan.

Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) sebagai salah satu komando utama TNI berfungsi sebagai “mata” dan “telinga” yang mengawasi berbagai pergerakan pesawat udara yang melintasi di seluruh wilayah udara Indonesia. Guna melaksanakan tugasnya tersebut, Kohanudnas didukung oleh unsur-unsur hanud seperti Satuan Radar (Satrad) TNI dan sipil, unsur Lanud, unsur tempur sergap, unsur rudal, unsur arhanud TNI AD, unsur KRI TNI AL, unsur hanud pasif dan lainnya. (Penkohanudnas) #

Artikel Terkait