oleh

Tim Gabungan Berhasil Gagalkan Penyelundupan Burung Tanpa Dokumen

JAMBI (Suarakaryanews.com): Bermula dari patroli Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort (Polres) Muaro Jambi yang berhasil mengamankan peredaran burung gelatik batu (Parus major) dan ciblek (Prinia inormata) di Jalan Raya Sengeti Kabupaten Muaro Jambi. Mengetahui hal itu, petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi langsung melakukan tindaklanjut terhadap informasi tersebut.

Dari hasil pengamanan, ditemukan burung gelatik batu yang diletakkan dalam 14 box plastik berjumlah 350 ekor dan burung ciblek dalam 103 box plastik berjumlah 2.575 ekor pada mobil minibus. Berdasarkan pengakuan sopir minibus, burung-burung tersebut dibawa dari perbatasan Riau ke Kota Jambi. Petugas dari tim BKSDA, Endang Sunandar mengatakan bahwa, “Setelah kami lakukan pengecekan, burung-burung di dalam box ini dalam kondisi sehat dan baik.” Ujar Endang.

Burung ciblek dan burung gelatik batu merupakan satwa tidak dilindungi undang-undang dan non-appendiks Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), namun peredarannya harus dilengkapi oleh dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATSDN).

Bapak Rahmad Saleh, S.Hut., M.Si selaku kepala BKSDA Jambi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, beliau mengatakan bahwa “Balai KSDA Jambi menerima laporan bahwa ada ratusan burung tanpa dokumen dibawa dari Provinsi Riau ke Provinsi Jambi yang telah berhasil diamankan oleh Polres Muaro Jambi. Burung-burung ini telah dilepasliarkan pada habitat alami yang sesuai di Provinsi Jambi. Burung-burung ini memiliki peran yang besar dalam menjaga kestabilan ekosistem di alam, sehingga kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian Sumber Daya Alam (SDA)” ujarnya, seperti dilansir laman menlhk.go.id.

Burung gelatik batu dan burung ciblek memiliki ciri berukuran kecil (13 cm). Burung gelatik batu memiliki kepala dan kerongkongan hitam, kecuali bercak putih mencolok disisi muka yang tersebar. Sedangkan burung ciblek hampir seluruh sisi atas badan berwarna coklat hijau-zaitun serta sayap dengan dua garis putih, dan ekor panjang dengan ujung berwarna hitam dan putih. Burung gelatik batu dan burung ciblek berhabitat di hutan primer dan sekunder di dataran rendah serta perbukitan. Mereka tersebar pada ketinggian 200-1000 m dpl. Burung-burung ini merupakan hewan pemakan serangga. Pada umumnya, burung gelatik batu dan burung ciblek mengkonsumsi serangga yang bersifat hama, sehingga dapat dijadikan sebagai pengendali hama alami yang berperan penting dalam ekosistem di habitatnya.*

 

Artikel Terkait