oleh

Upaya BAZNAS dan Mitra Mustahik Memastikan Harmonisasi Ekosistem Alam Tetap Terjaga

YOGYAKARTA (Suarakaryanews.com): Kearifan lokal dan kekayaan sumber daya alam di Hutan Pandanwangi, Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul, DIY, memiliki potensi yang luar biasa. Keanekaragaman flora maupun fauna di dalamnya sudah menjadi pendukung masyarakat sekitar dalam menggerakkan roda ekonominya.

Sumadi dan anggota kelompok BMD Yogyakarta 2 misalnya, mereka mengembangkan usaha budi daya burung untuk menggerakkan roda perekonomian keluarganya. Jenis burung yang dibudidayakan Sumadi dan teman-temannya adalah burung Anis Merah khas kekayaan pegunungan di Yogyakarta.

Kelompok budi daya burung dan kerajinan burung sangkar yang beranggotakan Sumadi beserta keenam orang lainnya merupakan penerima manfaat modal bergulir pada tahun 2020. Modal yang diterima digunakan untuk membangun kandang breeding dan mengembangkan ternak burung.

Dalam mendampingi keberlangsungan usaha Suryana dan anggota kelompoknya, Tim BMD Yogyakarta melakukan pendampingan usaha pada Kamis (17/6), dengan terjun langsung ke Hutan Ficus Pandanwangi untuk memastikan aktivitas yang dilakukan tidak mengganggu keseimbangan ekosistem alam. Hal ini dilakukan agar kegiatan aktivitas ekonomi mitra usaha ini tetap dapat menjaga harmonisasi ekosistem alam dan kearifan lokal.

“Masyarakat hanya mengambil anakan dari burung Anis Merah, bukan indukannya. Selain itu jenis burung ini juga menjadi ciri khas kekayaan alam penggunungan di Yogya dan tidak termasuk dalam daftar burung dilindungi, jadi aktivitas mitra tergolong aman dan tidak mengancam ekosistem alam,” ujar pendamping lapang tim BMD Yogyakarta, Tino Atma.#

Artikel Terkait