oleh

Varian Baru E848K Lebih Cepat Menular, Masyarakat Diminta Terapkan Prokes

JAKARTA (Suarakaryanews.com): Saat ini beredar varian baru corona virus disease (covid-19) yaitu varian E484K. Varian itu merupakan hasil mutasi dari varian B117. Mutasi itu terjadi pada protein spike, sama seperti ditemukan pada varian Afrika Selatan dan Brazil.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam siaran pers, Jumat (2/04/2021) menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan varian E484K ternyata lebih cepat menular.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketat dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Hal itu untuk mencegah penularan virus ke orang lain atau sebaliknya.

Pemerintah juga terus meningkatkan surveilans Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan varian covid-19 yang masuk ke Indonesia. Selain mempertahankan proses skrining saat warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) masuk dari luar negeri masuk ke Indonesia.

“Pemerintah terus memastikan ketersediaan reagen demi tercapainya angka testing yang sesuai standar dunia. Dalam memaksimalkan ketersediaannya, pemerintah berusaha memakai reagen baik produk dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Data per Maret 2021 menunjukkan, stok Reagen yang terdata di Satgas Penanganan Covid-19 itu melebihi 800 ribu. Jumlah itu diluar pendataan yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan yang tersebar di berbagai daerah.

“Pemerintah memastikan ketersediaan stok terpenuhi. Serta distribusi reagennya yang merata, demi tercapainya angka testing Covid-19 yang sesuai standar dunia dan tepat sasaran,” kata Prof Wiku menandaskan.#

Artikel Terkait