oleh

Wonogiri Selatan Mulai Dilirik Investor

WONOGIRI (Suarakaryanews.com): Sejumlah perusahaan mulai melirik wilayah Kabupaten Wonogiri bagian selatan untuk mengembangkan industrinya. Produk domestik regional bruto (PDRB) di kecamatan Wonogiri bagian selatan dinilai setara dengan PDRB kecamatan kota.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyampaikan, Pemkab Wonogiri membuka pintu bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di wilayah selatan, terutama industri pertambangan. Komitmen tersebut dipertegas dengan disahkannya Perda RTRW 2020-2040, melalui Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Wonogiri Juni 2020 yang lalu.

Adapun wilayah Wonogiri selatan yang direncanakan menjadi kawasan industri di antaranya Kecamatan Giritontro, Giriwoyo dan Pracimantoro.

“Beberapa perusahaan sudah mulai mengajukan surat permohonan dan positif untuk berinvestasi. Terakhir industri semen, dan pihaknya membutuhkan lahan yang cukup luas. Begitu melihat kawasan Wonogiri selatan maka pihaknya menyetujui seluruh prosedur, dan saat ini tahapan persiapan sudah hampir selesai. Tinggal tindak lanjut dari tahapan proses investasi,” katanya, Rabu (17/03/2021), seperti dilansir laman jatengprov.go.id.

Bupati yang akrab disapa Mas Jekek itu mengatakan, perusahaan yang ingin berinvestasi di Wonogiri akan diarahkan ke bagian selatan. Hal itu sesuai dengan komitmen Pemkab yang menjadikan Wonogiri selatan sebagai kawasan industri.

“Perusahaan yang positif berinvestasi di Wonogiri bagian selatan sudah ada beberapa, hanya saja belum bisa launching, karena baru tahap survei kelayakan lingkungan,” ujarnya.

Dengan dimulainya kegiatan tersebut, Jekek berharap PDRB kecamatan di wilayah Wonogiri selatan bisa mengimbangi PDRB kecamatan di wilayah perkotaan. Karena selama ini terjadi kesenjangan antarkedua wilayah tersebut.

Ditambahkan, PDRB di empat kecamatan Wonogiri selatan yang meliputi Kecamatan Paranggupito, Giriwoyo, Giritontro, dan Pracimantoro hanya sekitar Rp235 miliar. Sedangkan PDRB kecamatan di wilayah perkotaan yang meliputi Kecamatan Wonogiri Kota, Ngadirojo, Selogiri dan Nguntoronadi mencapai sekitar Rp2 triliun.

“Kalau bicara PDRB tentunya banyak indikatornya dan seluruh aktivitas ekonomi terkonversinya ke situ. Untuk itu kami berharap, PDRB daerah selatan bisa mengimbangi PDRB wilayah kota,” tandasnya.#

Artikel Terkait